Senin, 31 Mei 2010

Lirik Be My Lady - Sandy

Be My Lady - Sandy

since i've known you babe
you brought a light for me
but taste of ur sincerity
build me a world to believe

but still there's a doubt
in u for loving me
though deep down inside
u'll see what's in me

be my lady
be the one
and good things will come
to our heart

you're my lady
you're my one
give me a little chances
to show you love

Brem Bali

Sumber : BaliAga.com

MINUMAN BREM (MENGANDUNG ALKOHOL)

Brem adalah salah satu jenis minuman khas daerah bali yang dibuat dari beras ketan atau beras ketan hitam atau campuran kedua jenis beras ketan tersebut yang difermentasikan dengan ragi tape. Secara tradisional terutama di tingkat rumah tangga di masyarakat Bali, minuman brem ini merupakan hasil sampingan dari proses pembuatan tape, karena produk tape inilah yang utama dimanfaatkan sebagai sajian dan dimakan.

Brem ini di daerah Bali khususnya bagi masyarakat yang beragama Hindhu, tidak bisa dilepas keberadaannya karena merupakan salah satu sarana yang mesti ada dalam pelaksanaan upacara agama dan upacara adat sebagai tabuhan bersama-sama dengan minuman arak. Disamping itu brem banyak disuguhkan sebagai minuman sehabis makan nasi terutama pada saat ada upacara keagamaan dan adat. Minuman brem ini sejak lama sudah diperjualbelikan di daerah Bali, bahkan sudah menjadi salah satu oleh-oleh atau buah tangan bagi wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara yang datang ke Bali.

Bahan :
Beras ketan 1000 g
Beras ketan hitam 1000 g
Ragi tape secukupnya

Cara Pembuatan :
Kedua jenis beras ketan yaitu beras ketan dan beras ketan hitam dicampur jadi satu terus direndam selama satu malam. Selanjutnya ditiriskan, terus dikukus sampai matang (menjadi nasi) Nasi ketan didinginkan pada suatu ruang. Setelah dingin nasi ketan diberi ragi yang telah dihaluskan sebanyak 3 g per kg beras ketan, dicampur merata, kemudian dibungkus dengan plastik ataupun dengan daun pisang. Bungkusan itu selanjutnya didiamkan (difermentasikan) selama 3-5 hari sampai terbentuk tape. Selanjutnya tape itu dipres untuk mendapatkan cairannya, sedang ampasnya dibuang. Cairan tape didiamkan selama satu malam, setelah itu dipasteurisasi (dengan cara direbus pada suhu di bawah titik didih) selama waktu tertentu, didinginkan, kemudian ditambahkan ragi (khamir), terus disimpan selama 6 bulan. Setelah disimpan 6 bulan minuman dapat dikonsumsi atau dibotolkan.



Rabu, 26 Mei 2010

Ingin cepat bisa berbahasa Jepang?



Beli sekarang juga, Nihon Go di toko Gramedia kesayangan anda =)

Nihon Go ini dapat membuat anda bisa cepat berbahasa Jepang dengan kalimat-kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain animasi dari tokoh-tokoh, Nihon Go ini juga mempunyai kelebihan yaitu anda dapat mengeprint tokoh animasi yang anda suka
Go Nihon Go! = D



-Rina-

Etika Periklanan




Etika periklanan
di atas merupakan contoh-contoh iklan yang melanggar etika

Gambar I
menggambarkan education atau sex education?

Gambar III
Terlalu vugar memperlihatkan 'anu' si bayi

Sabtu, 08 Mei 2010

Welcome!

My History

Funny Pictures

Me?
Namaku Renata Rina Meilisa Mustika Effendy
Aku lahir tanggal 22 Mei1990 di Jakarta
Aku anak ke tiga dari tiga bersaudara
Saat ini tinggal di Tangerang bersama orang tua

Tk-SMP di BHK, Grogol
SMA di Harapan Bangsa,Tangerang
Universitas Multimedia Nusantara, Serpong (semester 4)

Kadang membantu orang tua bekerja di restoran milik keluarga di Lippo

Hobiku adalah bermain game, baca, menyanyi, dsb.

Senang berjalan-jalan di Jogja karena tmptnya nyaman, murah-murah dari pada jakarta, ramah, banyak tempat-tempat unik, dan tentunya makanannya yang khas...^^v




Cita-Cita ingin menjadi creative director yang handal!



Rina M.

Female Better than Male


Female Managers are Generally Better Managers than Male Managers

What is the meaning of management? Management is process of working with and though others to achieve organizational objectives in a changing environment. Central to this process is the effective and the efficient use of limited resources. So is it better if female can be a good managers than males? I am agreeing with the statement about “Female Managers are Generally Better Managers than Male Managers” because female are more passionate than male. Female can do well organize her job more effectively and efficiently because she tends to adopt a more democratic leadership style.

Female can prove herself if they know their mistake. She mostly can make a good plan, well organized to the job, lead the company, and control the employee. She can arrange her job. A female manager must have a strong soul, not to sensitive, and easily to cry. For example: Sinta is a manager from Company X. She is a nice person, good personality, have a good relation with her employee, her job is very well too, but easily to cry and panic if there something mistake of her job. A manager should have a good responsive skill, so when the problems come he/she can quickly solve the problem. Calm and can handle the situation after you finish the problem.

I think female or man can be a good manager, but we must see from the people who become the manager. If the manager is female but the result of her job isn’t good enough so try to find another manager and that is back to the people who become a manager.

The effective manager is not just become a figurehead but also going straight into the field. She/ he must have a creative idea, and can make a good relation between the employees. We can see a manager become a successful manager from the company. Is it the company get a high-profit?





Mau Download Buku'?


Ke Gigapedia.com aja^^v

My Facebook

My Facebook : Rina meilisa
My Twitter: @rinameilisa
 :)
Salam Hangat dan Kenal dari penulis ^.^

Yellow


CERPEN



YELLOW

Di sudut jalan rumahku, aku selalu bertemu setiap pagi dengan pembawa tas kuning cerah. Tak terasa sudah tiga hari aku melihat laki-laki tersebut jalan dari arah berlawanan.

Aku suka melihat gaya jalannya yang gagah, dan menyukai warna kuning cerah dari tasnya. Entah mengapa hatiku merasa bergetar jika aku bertemu dengannya. Apakah ini cinta?

Di suatu pagi, setelah aku berjalan menuju sudut jalan, ia tak nampak rupanya. Aku menjadi berpikir berkali-kali,

Mengapa ia tak kunjung datang?

Apakah ia sudah pindah rute jalan untuk menuju ke sekolahnya?

Ada apa di sudut jalan itu hingga aku harus berhenti dan menunggu? Hingga membuat aku selalu mengharapkan kehadirannya. Dan selama berhari-hari aku tetap menunggu, tetapi laki-laki itu tidak kunjung datang.

Akhirnya di suatu hari, aku pun tidak mengharapkan kembali kedatangannya.

***

Keesokan harinya, pada saat aku duduk di bus. Tiba-tiba saja, aku melihat seseorang di samping bus ku yang sedang terhenti pada saat lampu merah di dekat sudut jalan.

Mataku menemukan laki-laki itu sedang menaiki sepeda roda dua tepat di samping bus ku. Rupanya ia mengendarai sepeda untuk sampai ke sekolahnya.

Hatiku serasa bergetar kembali setelah aku bertemu dengannya. Ia tetap sama dengan tas kuning cerah yang di gendongnya. Tak ada yang berubah darinya. Bus ku pun jalan dan ia pun tenggelam jauh dari mataku.

Keesokan harinya, aku bertemu lagi dengan laki-laki itu sedang mengendarai sepeda yang sama.

Setelah itu, hari-hariku rutin dengan melihat ia lewat di dekat sudut jalan itu. Rasanya aku ingin sekali menyapanya dan berkenalan dengannya.

Melihatnya tiap pagi sudah menjadi rutinitasku setiap pagi hingga kuceritakan kepada temanku bahwa aku sedang menyukai seseorang, tetapi aku tidak mengenalnya.

Temanku hanya tertawa begitu mendengar ceritaku.

Katanya kepadaku, “Haha! Bagaimana kamu bisa suka dengannya sedangkan kamu saja tidak tahu namanya?”

Lalu ia pun tertawa kembali.

Sakit hatiku ditertawakan oleh temanku hanya karena aku menyukai seorang laki-laki yang aku sama sekali tidak tahu identitasnya. Aku jadi berpikir bagaimana jika ia menjadi aku, mungkin ia baru mengerti rasa ini, kata hatiku.

Ia tak nampak untuk pertama kalinya setelah bertemu lagi denganku. Ada apa ini? Apakah karena hari ini hujan?

Memang hujan nampaknya tidak dapat memberikan toleransi dengan apa yang ada di bawahnya. Aku saja sudah basah kuyup karena aku harus menunggu di sudut jalan hingga bus ku datang.

Mataku terus mencari, tetapi aku tidak menemukan sosoknya itu di jalanan. Aku menduduki bangku ku dengan lemas. Setelah itu bus pun terhenti sebentar, ternyata ada penumpang lainya yang ingin naik ke busku.

Segerombolan siswa SMA yang seragamnya sama dengan laki-laki itu. Dan ternyata benar! Aku pun melihat laki-laki itu sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya itu.

Aku pun kembali duduk dengan tegak dan tegang.

Setelah beberapa menit berlalu, bus pun terhenti dan ternyata segerombolan siswa SMA tersebut akan turun di pemberhentian berikutnya. Aku kecewa karena tidak dapat memandangi laki-laki tersebut. Tetapi pada saat laki-laki itu turun, ia melihatku sebentar dan turun.

Jantungku berdebar keras.

***

Aku baru tahu jika laki-laki itu naik bus hanya pada saat hujan turun. Aku pun menjadi sering untuk memohon kepada Tuhan agar hujan pun turun supaya laki-laki tersebut naik bus yang sama denganku.

Permohonanku pun dikabulkan oleh Tuhan. Hujan kembali turun deras. Dan ternyata benar, laki-laki itu pun naik busku kembali untuk ke dua kalinya.

Aku sangat senang sekali.

Selama beberapa menit aku berpikir aku harus berkenalan dengannya. Harus!

Aku pun mulai pindah tempat dudukku ke depan dekat sopir bus yang aku kendarai. Aku mulai mencari perhatian dengan menanyakan kegiatan hari ini apa saja kepada pak sopir langgananku. Pak sopir pun hanya menjawab kata iya dan tidak saja dari berbagai pertanyaanku.

Tiba-tiba saja laki-laki itu menyauti pertanyaanku yang tidak dijawab oleh pak sopir. Bayangkan bagaimana rasanya hatiku saat itu. Senang? Sedih? Pastinya senang sekali karena tak terbayangkan akan berbicara dengannya, walau hanya sekali saja.

Selanjutnya ia mengenalkan diri.

“Nama saya…”, kata laki-laki yang membawa tas kuning cerah.

Hatiku berdegup kencang sekali saat itu.

“Ales”, katanya. “Kalau kamu?”

“Rina”, kataku.

Lalu ia menanyakan kenapa saya menggunakan pakaian bebas?

Saya pun menjawabnya, “Ia, karena saya seorang mahasiswa.”

“Ohh..”, katanya.

“Ia, saya seorang mahasiswa di universitas multimedia nusantara. Kalau kamu?”

“Saya seorang siswa SMA Harapan Kita”, katanya sambil menunjukan tempat pemberhentian bus berikutnya.

Tanda perpisahan akan datang. Saya pun langsung bergegas untuk meminta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Lalu ia turun dan mengucapkan salam perpisahan kepadaku.

***

Apa yang terjadi barusan? Aku berkenalan dengannya setelah beberapa hari aku hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku tidak percaya dengan keadaan barusan.

Maka dari itu aku mengambil tindakan untuk segera mengetik SMS pendek, hanya sebuah ucapan salam pagi yang hangat untuk ungkapan pertama kali perkenalan.

“ting tung ting tung…”, hpku berbunyi. Aku segera melihatnya, dan membuka SMS tersebut. Ternyata dari Ales! Segera ku buka SMS itu dan isinya pun ucapan pembalasan dari salam pagi ku.

Hingga SMS-an kami pun berlanjut terus menerus hingga akhirnya kami pun menjadi dekat. Kadang ia suka bercurhat mengenai dirinya, entah itu keluarganya maupun kucingnya.

Ia anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya adalah seorang pengusaha di negeri sebelah. Ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Lalu ia mempunyai dua kakak yang sudah menikah. Dan terakhir adik laki-lakinya yang masih kecil.

Kucingnya bernama Mimi. Aku kebetulan sangat suka sekali dengan kucing. Ales sering mengajakku untuk melihat kucing yang memiliki bulu kuning emas itu.

***

Di bulan September, aku kehujanan pada saat aku berdiri di sudut jalan. Dari sebelah sana yang jauh, mulai terlihat sosok Ales yang sedang berlarian. Tas kuningnya basah hingga terdapat bercak-bercak kotoran lumpur yang ia injak.

Ia datang menghampiriku dan memberikan surat undangan tunangan.

Betapa kagetnya aku mendapatkan undangan tunangan darinya. Aku kecewa ternyata dugaanku benar. Ales sudah mempunyai pacar. Aku lemas ketika ia pergi lari kembali.

Keesokan harinya, aku tidak masuk ke kampus karena sakit. Ales pun menanyakan kenapa aku tidak terlihat hari ini di sudut jalan, lewat SMS yang ia kirim. Aku pun menjawab bahwa aku sedang demam.

Mungkin demamku ini karena hujan-hujanan kemarin.

Surat itu pun hanya kuletakan di atas meja belajarku karena aku takut untuk membukanya.

“Apa yang sudah kulakukan selama ini?” pikirku.

Ternyata semua perbuatanku hanya sia-sia belaka saja.

***

Satu minggu kemudian…

Ales menanyakan apa aku bisa datang ke acara tersebut. Aku bingung sekali, aku harus menjawab apa? Apa aku harus bohong?

Akhirnya pun aku menolak dengan mengatakan aku ada acara keluarga pada hari itu.

Satu hari sebelum acara tersebut, aku mendapatkan sebuah kotak. Kotak itu tidak ada nama pengirimnya. Aku pun menjadi heran. Kotak itu hanya diletakan di depan rumahku. Entah dari sapa itu, yang jelas isinya sangat mengejutkanku.

Ya, isinya adalah gaun baju yang indah. Gaun itu berwarna kuning seperti warna yang aku suka dengan bunga mawar merah di dalamnya.

Dari siapakah itu? semalaman aku berpikir siapa yang telah memberikan aku gaun seindah itu. Hingga malamku berakhir dengan mimpi buruk.

***

Keesokan harinya, ting tong suara bel rumahku berbunyi. Pada saat aku membuka pintu, aku terkejut dengan orang yang datang ke rumahku saat itu. Ales!

Astaga aku harus mengatakan alasan apa karena aku telah berbohong padanya.

Ales berkata, ”Hi!”

“M….mmhmm…Hi juga Les!”

“Kok masih di rumah? Katanya mau pergi?”

“I..iya ni, hehe aku ga jadi pergi. Ada apa ni Les? Kok tumben ke rumah?” kataku.

“Iya, aku datang mau ajak kamu pergi ke acara itu”, kata Ales.

Dalam hatiku “acara itu?”

“Acara yang mana ya?” kataku.

“Yang kemarin aku kasih undangannya itu loh. Itu acara tunangannya mantanku. Temenin aku yuk?”

“Astaga! Mantan?!” kata hatiku. Ternyata dugaanku selama ini salah. Aku harus meminta maaf padanya.

Kataku kepadanya, “A…les, maaf ya karena aku telah berpikir macam-macam mengenai undangan itu….”

“Loh kenapa?” kata ales.

“Iya, aku pikir itu undangan pertunanganmu dengan pacar kamu”, kataku.

“Aduh bukan Rina, itu undangan tunangan mantanku, bukan aku. Aku belum punya pacar sekarang”, kata ales.

“Ohh, Maaf ya Les. Kupikir itu…”

Ales pun berkata, “Uda, ga usa dipikirin lagi. Sekarang siap-siap yu?”

“Tapi aku ga punya gaun bagus untuk pergi ke acara itu”, kataku.

“Gaun yang kemarin aku kasih mana?” kata Ales.

“Gaun itu darimu?!” kataku sambil terkejut.

“Iya itu dariku, seperti katamu, kamu menyukai warna kuning dan kamu menyukai tas kuningku”, kata Ales sambil tersenyum. “Dan aku sepertinya mulai menyukaimu rina.”

Deg deg deg…

Kisah ini dimulai dari tas Ales yang berwarna kuning dan berakhir di gaun Rina yang berwarna kuning pula.

CINTA itu ibaratnya seperti noda kuning yang sulit untuk dihapus walaupun sudah disikat berkali-kali. Jadi jangan remehkan CINTA itu!

by: Rina Meilisa

Jakarta, 19oktober2009

Hubungan dalam Teknologi

Hubungan dan Teknologi

Menjalankan hubungan berkaitan dengan teknologi, memiliki sisi positif dan negatif. Adapun keuntungan dan kerugiannya :

a. Keuntungan :

- Safe

Lebih aman karena tidak adanya kontak secara fisik terutama saat terjadi perselisihan.

- Positive image

Karena tidak bertemu secara langsung, kita atau lawan bicara dapat menutupi kekurangan diri.

- Jumlah orang yang kita kenal dan komunikasi tidak terbatas. Contoh : di Facebook.

b. Kerugian :

- Sangat rentan akan kebohongan. Contoh : wajah yang ditampilkan tidak sesuai kenyataan.

- No voice and face. Kita tidak bisa mengetahui suara dan wajah asli lawan bicara.