Tingkatan dalam menjalin hubungan:
1. Contact
Contact merupakan first impression dalam sebuah hubungan, dimana individu-individu baru bertemu yang memberi kesan yang lebih bersifat dangkal. Pesan-pesan yang disampaikan juga bersifat unrepeatable. Contact terdiri dari :
a. Perceptual contact (persepsi)
b. Interactional, dangkal dan bersifat impersonal. Hubungan lebih intens. Contoh : menanyakan kapan pertemuan selanjutnya kepada pasangan.
2. Involvement
Keberadaan hubungan; mulai sadar adanya hubungan timbal balik. Involvement mempunyai tujuan untuk mengenal pasangan lebih baik. Contohnya : menggoda pasangan (lawan bicara) bisa dengan mengedipkan mata. Namun involvement juga bisa memberikan kesan tidak baik jika komunikan melakukan bahasa nonverbal yang dinilai negatif. Contohnya : wanita yang mencondongkan tubuhnya ke lawan bicara (pria).
3. Testing strategies
Terdapat empat strategi yang digunakan untuk mencari tahu bagaimana respon dari pasangan. Adapun strategi tersebut :
a. Directness, menanyakan perasaan pasangan secara langsung. Contoh : Apakah kamu mencintaiku?
b. Indirect Suggestions, melihat respon pasangan tidak secara langsung (gamblang), contohnya : bercanda, mulai menyentuh pasangan (namun dilihat dari konteks budaya).
c. Public presentations, kita mulai mengenalkan pasangan sebagai status yang kita anggap/inginkan, dan melihat reaksi dari pasangan. Baik ia merespon positif atau negatif. Contoh : ketika sedang berjalan berdua di mall, kita bertemu teman-teman yang kemudian bertanya kepada kita, siapa si pasangan, dengan gamblang kita menjawab “gebetan” kepada mereka sambil melihat bagaimana respon pasangan.
d. Third party, menggunakan orang lain sebagai pihak ketiga (penengah). Contoh : mak comblang.
4. Intimacy stage
Dalam tahap ini, kita mulai bertukar pengalaman dan informasi yang terdiri dari kualitas dan kuantitas. Kita mulai membicarakan hal-hal secara detil dengan pasangan. Adapun tingkatan intimacy, terbagi menjadi :
a. Commitment, kita dan pasangan mempunyai komitmen-komitmen tertentu yang disetujui bersama. Contohnya : saling memberikan kebebasan dalam berkarir.
b. Social bonding,
c. Anxiety, ketidakjelasan
- Security, keamanan dengan pasangan
- Fulfillment, keinginan terpenuhi atau tidak
- Excitement, ketertarikan dengan pasangan
5. Deterioration
Dalam tahap ini, terjadi pemutusan hubungan. Adapun jenis-jenis pemutusan hubungan :
a. Dissatisfaction, ketidakpuasan dalam pikiran, waktu, dan komitmen.
b. Interpersonal deterioration, kemerosotan interpersonal. Contohnya : jarangnya bertemu dengan pasangan, topik pembicaraan menjadi dangkal, kontak fisik berkurang.
c. Depenetration, pemutusan ikatan kedua belah pihak. Mulai berbalik arah.
6. Dissolution
Tahap ini merupakan tahap kehancuran hubungan. Ada 2 tahap dalam kehancuran hubungan, yaitu :
a. Interpersonal separation, mulai memisahkan diri dari pasangan. Contohnya : pisah ranjang namun masih ada ikatan hubungan suami istri.
b. Social-public separation, memutuskan hubungan dengan pasangan secara resmi/legal dimana diketahui orang banyak (dipublikasikan). Contoh : cerai.
7. Repair
Tahap dimana kita mulai memperbaiki hubungan yang memburuk. Tahap ini terdiri dari 2 bagian, yaitu :
a. Intrapersonal repair, melihat ke dalam diri sendiri (introspeksi diri). Tujuannya untuk mencari solusi dengan cara menganalisis kesalahan-kesalahan pada diri kita, memberikan award (untung atau rugi) kepada diri kita sendiri pada saat menjalankan hubungan.
b. Interpersonal repair, membicarakan masalah-masalah dalam hubungan dengan pasangan. Apa yang ingin diperbaiki dalam hubungan.
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar